Modul Radiologi SIMRS: Order, Ekspertise, dan Integrasi Hasil
Modul Radiologi melengkapi cakupan penunjang diagnostik fasilitas: pemeriksaan radiologi dipesan dari alur klinis, dilaporkan oleh spesialis, dan hasilnya kembali ke rekam medis pasien. Alur ini membawa radiologi keluar dari kertas dan antrean manual, sehingga dokter yang merujuk mendapat hasil yang dapat ditindaklanjuti lebih cepat.
Order radiologi langsung dari alur klinis
Dokter membuat order pemeriksaan radiologi langsung dari alur klinis, sama seperti order laboratorium. Order membawa informasi yang dibutuhkan unit radiologi (jenis pemeriksaan, pasien, dan kunjungan terkait) sehingga tidak ada formulir terpisah yang perlu diketik ulang dan tidak ada permintaan yang hilang di meja.
Laporan ekspertise dengan validasi Sp.Rad
Hasil pemeriksaan dilaporkan melalui laporan ekspertise yang melalui validasi spesialis radiologi (Sp.Rad) sebelum dikembalikan ke alur klinis. Laporan yang telah divalidasi adalah hasil yang siap dibaca dokter pengirim; laporan yang masih berstatus draft tidak bercampur dengan hasil final. Ketika diperlukan perbaikan, laporan dapat melalui proses amandemen dengan jejak yang jelas.
Pencatatan dosis radiasi BAPETEN
Modul mencatat dosis radiasi pemeriksaan dan mendukung ekspor data dosis dalam format CSV sesuai kebutuhan pelaporan BAPETEN. Pencatatan dosis membantu fasilitas memantau paparan radiasi pasien dan menyiapkan pelaporan yang diminta regulator tanpa merangkum manual dari log kertas.
Temuan kritis dan kontras
Temuan yang membutuhkan tindakan segera dapat ditandai sebagai temuan kritis agar tim klinis tidak melewatkannya, dan informasi penggunaan kontras (termasuk riwayat alergi terkait) tercatat pada alur pemeriksaan. Keduanya menjaga keselamatan pasien di titik di mana risiko paling nyata.
Push SATUSEHAT untuk hasil pemeriksaan
Hasil pemeriksaan radiologi dapat dikirim ke SATUSEHAT melalui resource ServiceRequest dan DiagnosticReport. Alur ini telah melalui validasi live. Integrasi ini menjadikan modul radiologi bagian dari kesiapan interoperabilitas fasilitas, disiapkan dalam paket implementasi bersama integrasi SATUSEHAT.
Peran yang memakai modul ini
Dokter membuat order dan membaca hasil; radiografer dan staf radiologi mengelola pelaksanaan pemeriksaan; dokter spesialis radiologi menulis dan memvalidasi laporan; dan manajemen memantau volume serta mutu layanan radiologi. Akses diatur berbasis peran.
Data yang sama, satu alur
Radiologi membaca dan mengisi data yang sama dengan modul lain. Order datang dari alur klinis bersama informasi pasien dan kunjungan; hasil yang sudah divalidasi kembali ke rekam medis dan dapat dikirim ke SATUSEHAT; dan biaya pemeriksaan dapat masuk ke tagihan pasien. Unit radiologi bekerja pada daftar permintaan yang sama dengan yang dilihat dokter pengirim, sehingga status pemeriksaan dapat dijawab tanpa menelusuri formulir kertas.
Langkah awal menggunakan modul ini
Modul dapat dimulai dari kebutuhan inti terlebih dahulu, lalu berkembang bertahap. Sesuai prinsip implementasi HealthCore. Pada fase awal, tim fasilitas menyiapkan katalog pemeriksaan radiologi, menetapkan alur ekspertise dan validasi, lalu melatih staf radiologi dan dokter pada alur tersebut. Pelatihan per peran, pendampingan go-live, dan migrasi data dibahas terpisah dari harga langganan, sehingga fasilitas memulai dari alur yang paling berdampak tanpa mengubah seluruh proses sekaligus. Keterhubungan adalah inti modul radiologi: order tidak hilang di kertas, laporan tidak menunggu kiriman manual, dan hasil yang sudah divalidasi langsung tersedia bagi dokter pengirim. Bagi fasilitas yang sedang menyiapkan interoperabilitas SATUSEHAT, alur push hasil pemeriksaan radiologi yang telah melalui validasi live menjadi salah satu fondasi kesiapan data fasilitas.